Sabtu, 20 Juli 2013

MANUSIA dalam DUNIA MATERI & SPIRITUAL

Dunia materi pada dasarnya diwakili oleh pikiran-pikiran atau keinginan-keinginan, sedangkan dunia spiritual diwakili oleh hati nurani atau qolbi. Dimana keduanya mempunyai tujuan yang sangat beda.

Dunia materi yang digerakkan oleh pikiran selalu menuntut pemuasan kebutuhan-kebutuhan jasmaniah. Dalam pencapaiannya sering menerjang segala cara. Ambisi dan emosi menjadi tuhan bayangan. Hingga melahirkan sebuah watak atau sifat kerakusan, kebencian, iri hati dan penipuan. Lambat laun manusia-manusia yang berkiblat pada pikiran, akan jatuh pada kegersangan jiwa. Hidupnya tidak pernah tenang. Jiwanya goncang dengan segala materi yang di dapat, tidak akan dapat menyelesaikan satupun masalah jiwanya. Jika pada saatnya pikiran (mind) tidak bisa menampung, maka timbullah efek ke saraf dan menyerang tubuh, jadilah yang dinamakan sakit.

Dunia spiritual (jiwa) yang dimotori oleh hati (qolbi) selalu mencari pemuasan kebutuhan jiwa. Yaitu ketenangan, kebahagiaan, kedamaian dan cinta. Dalam pencapaiannya tidak bisa diperoleh dari materi walaupun sebenarnya nantinya akan diperlukan. Tetapi pada intinya pemuasan jiwa diperoleh dengan pendekatan diri kepada Allah. Jalan pembantunya adalah ilmu. Ilmu apakah yang dimaksud yaitu ilmu yang khusus mengkaji tentang jiwa atau batin serta ilmu ketuhanan.

Untuk itu kami yang tergabung dalam Institute Qolbi (IQ) akan memberikan setitik pengetahuan, guna pencapaian menjadi manusia yang sempurna, tanpa terikat oleh kematerian dan keghoiban.
Ketahuilah Manusia adalah ciptaan yang paling sempurna, dari sekian ciptaan Allah, manusia yang diberi kelengkapan dari seluruh aspek. Intinya manusia adalah makhluk jasmaniah dan rohaniah. Dalam kehidupan, manusia sebagai makhluk dualitas mempunyai potensi untuk berhubungan dengan dunia materi dan dunia spiritual (jiwa).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar